Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

orang yang memanjangkan celananya atau sarungnya maka Allah tidak akan memandangnya kelak di hari kiamat”,

Mereka yg memanjangkan celananya atau sarungnya di bawah mata kaki tidak akan dilihat oleh Allah dihari kiamat.

Ini sebagian saudara kita salah paham menganggap hal seperti ini tidak boleh maka mereka mungkin selalu menggulung celananya karena takut tidak dilihat oleh Allah, bukan ini maksudnya.

Karena hadits riwayat Shahih Bukhari ini, diteruskan dan masih ada terusannya,

“Abu Bakar Asshiddiq ra memanjangkan salah satu dari pakaiannya kebawah seraya berkata “Yaa Rasulullah aku memakai pakaian seperti ini apakah Allah tidak melihatku nanti dihari kiamat?”. (Tidak dilihat disini adalah tidak dihormati oleh Allah, yaitu dihina oleh Allah,) Maka berkata Rasul saw : “sungguh kau berbuat seperti itu bukan karena kesombongan”, ”.

nadi yang dilarang itu memanjangkan celana atau sarung karena sombong, Ini hampir tidak ada dimasa sekarang karena dizaman dulu orang bisa membedakan atara orang miskin dengan orang kaya raya dengan melihat celananya atau sarungnya yang dipanjangkan, Kalau orang kaya raya pasti ciri khasnya untuk membanggakan dirinya dia panjangkan celana atau sarungnya karena itu tanda ia selalu naik kereta tidak pernah berjalan kaki.

tapi kalau para budak dan para fuqara pasti celananya dipendekkan karena selalu berjalan diatas debu, Ini zaman dahulu, zaman sekarang hal seperti ini hampir tidak pernah terjadi orang memanjangkan celananya karena tanda kesombongan, dan itu bukan simbol kesombongan lagi, bukan simbol orang miskin bukan simbol orang kaya,

Oleh sebab itu sebagian saudara kita yang salah paham akan pertanyaan seperti ini selalu ditanyakan kepada saya lewat email atau website kesempatan ini saya menjawab,

show